SEAFLOG.COM – Setiap pergantian tahun, masyarakat Jepang memiliki tradisi yang sangat khas dan sarat makna spiritual, yaitu Hatsumode, kunjungan pertama ke kuil atau tempat suci slot kamboja Shinto pada awal tahun baru. Tradisi ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga simbol harapan, penyucian diri, serta ungkapan rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani. Hatsumode mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dewa dalam budaya Jepang yang penuh kesederhanaan dan kedamaian.
Makna dan Asal-Usul Hatsumode
Kata Hatsumode berasal dari dua kata Jepang: hatsu yang berarti “pertama” dan mode yang berarti “berkunjung ke kuil.” Tradisi ini berakar dari ajaran Shinto, agama asli Jepang yang menekankan kemurnian dan hubungan manusia dengan kami atau dewa-dewi alam. Dahulu, masyarakat Jepang melakukan ritual toshigomori, yakni berdoa di rumah sepanjang malam pergantian tahun untuk memohon perlindungan. Namun, seiring perkembangan zaman, kebiasaan itu berubah menjadi kunjungan langsung ke kuil pada awal tahun, yang kini dikenal sebagai Hatsumode.
Biasanya, masyarakat Jepang melakukan Hatsumode antara tanggal 1 hingga 3 Januari. Pada periode ini, hampir setiap kuil besar di Jepang, seperti Meiji Jingu di Tokyo atau Fushimi Inari Taisha di Kyoto, dipadati jutaan pengunjung yang datang untuk berdoa, mengambil jimat keberuntungan, dan menikmati suasana tahun baru yang penuh semangat.
Ritual dan Aktivitas Saat Hatsumode
Selama Hatsumode, pengunjung mengikuti sejumlah ritual yang dianggap membawa keberuntungan di tahun yang baru. Pertama-tama, mereka akan membersihkan tangan dan mulut di temizuya, tempat air suci di pintu masuk kuil, sebagai simbol penyucian diri. Setelah itu, mereka melemparkan koin ke dalam kotak persembahan (saisen-bako), dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu kembali membungkuk sekali sambil berdoa dalam hati.
Tak kalah menarik, suasana di sekitar kuil selama Hatsumode juga sangat meriah. Deretan pedagang kaki lima menjual makanan khas tahun baru seperti takoyaki, taiyaki, dan yakisoba, menciptakan nuansa hangat yang mempertemukan tradisi spiritual dengan kegembiraan masyarakat.
Simbol Harapan dan Kebersamaan
Bagi banyak orang Jepang, Hatsumode bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momen refleksi dan harapan. Setiap doa yang dipanjatkan di awal tahun mencerminkan tekad baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Secara keseluruhan, Hatsumode adalah perwujudan harmoni antara spiritualitas, tradisi, dan kehidupan modern di Jepang. Dalam kesederhanaannya, ia mengajarkan nilai penting tentang rasa syukur, introspeksi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.